--Special Invite To--

Love Story

Sekapur Sirih

Tidak ada kecintaan yang abadi kecuali dalam ikatan pernikahan yang Allah berkahi, Rasulullah cintai, dan dinanti oleh keluarga dan saudara-saudari.

Pernikahan merupakan ikatan suci, yang diikat oleh tali kecintaan kepada Allah Swt. Disimpulkan dengan cara yang Rasulullah cintai, dan dikuatkan oleh keluarga dan saudara-saudari.

Berharap bahwa cinta kami selalu ditengah-tengah itu semuanya, kami berdua dengan penuh harapan memohon do'a bagi kami untuk menjalani bahtera kehidupan yang semakin bisa mengokohkan diantara kami, semakin menyingkirkan onak dan duri ditengah jalan kami, dan semakin membuat kami berbagi cinta dengan sejarah yang nanti kami akan buat dikemudian hari.

Teriring harapan dan tujuan kami membangun keluarga dengan 7 (tujuh) kata dan do'a kami dikeseharian kami. sebagai berikut : 

Pertama, Sakinah

Sakinah adalah perasaan nyaman, cenderung, tentram atau tenang kepada yang dicintai

Seperti orang yang penat dengan kesibukan dan kebisingan siang lalu menemukan kenyamanan dan ketenangan dalam kegelapan malam. Surat Yunus ayat 67 :

Artinya : “Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya (litaskunu fihi) dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar”.

Semisal itu dalam surat Al-Qashshah ayat 72.

 

Kedua, Mawadah

Mawadah adalah perasaan ingin bersatu atau bersama.

Imam As-Sayuthi (w. 911 H) dalam Tafsir Dur Mantsur (11/595) dari riwayat Ibn Al-Mundzir dan Ibn Abi Hatim, dari Al-Hasan rahimahullahu tentang firman Allah : “.. dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah”, beliau berkata, “al-jima”. Demikian pula menurut Mujahid dan Ikrimah, sebagaimana dituliskan Imam Ibn Hayan Al-Andalusi (w. 745 H) dalam Tafsir Al-Bahr Al-Muhyith (9/77) dan lainnya.

Aku katakan : Dalam jima (persetubuhan) memang secara lahir bisa terwujud kebersamaan, dengan suatu perjanjian yang terkuat yaitu nikah (Qs. an-Nisaa’ 21). Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam bersabda:

Artinya : “Tidak ada yang bisa dilihat (lebih indah/lebih baik oleh) orang-orang yang saling mencintai seperti halnya pernikahan”.

Al-Qur’an juga menegaskan hubungan antara mawadah dan keinginan bersama,

Artinya : “Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada mawadah antara kamu dengan dia: “Wahai, kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)” [An-Nissa 73].

 

Lihat pula dalam surat Al-Ma’idah ayat 82-83, tentang doa orang-orang yang memiliki mawadah:

Artinya : “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad shallallahu’alaihi wasalam )”.

 

Ketiga, al-mahabah 

Al-Hafizh Ibn Katsir  (w. 774 H) dalam Tafsirnya (6/309) tentang ayat, “…dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah…”. Beliau berkata, “(yaitu) al-mahabah”. Seperti itu yang dikutip Imam Al-Qurthubi  (w. 671 H) dalam Tafsir (14/17), dari perkataan Ibn Abbas radhiyallahu’anhu.

Ada yang mengartikan al-mahabah, sebagai perasaan yang membuat buta untuk selain dia dan tuli bagi selain dia. Seperti dalam satu hadits :

Artinya : ‘Kecintaanmu kepada sesuatu membuat buta dan tuli’.

Mengenai cinta ‘yang membuat buta dan tuli’ akan dibahas pada bab yang lain, insya Allah.

 

Keempat, rahmah

Rahmah adalah kasih sayang dan kelembutan, timbul terutama karena ada ikatan. Seperti cinta antar orang yang bertalian darah, cinta orang tua terhadap anaknya, atau sebaliknya. Sebagaimana tafsir yang disebutkan Imam As-Sayuthi (w. 911 H) dalam Tafsir Dur Mantsur (11/595), riwayat Ibn Al-Mundzir dan Ibn Abi Hatim, dari Al-Hasan rahimahullau tentang firman Allah : “… dan rahmah”, Al-Hasan berkata, “al-walad (anak)”. Demikian pula menurut Mujahid dan Ikrimah, sebagaimana dituliskan Imam Ibn Hayan Al-Andalusi (w. 745 H) dalam Tafsir Al-Bahr Al-Muhyith (9/77) dan lainnya.

Al-Qur’an menyebut hubungan darah ini al-arham,

Artinya : Orang-orang yang mempunyai al-arham (hubungan) itu sebagiannya lebih berhak terhadap sebagiannya dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu [Al-Anfal 75].

Kata silaturrahim juga berasal dari pecahan kata ini, artinya menyebarkan kebaikan yang benangnya adalah rahim ibu. Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam menyebutkan hubungan antara silaturahim dengan mahabah, lewat sabdanya :

Artinya : “Pelajarilah nasab kalian agar dapat menyambung saudara-saudara kalian. Sebab silaturahim adalah (sebab adanya) kecintaan (mahabah) dalam keluarga, melancarkan harta dan bertambahnya umur”.

 

Kelima, ar-ra’fah

Al-Hafizh Ibn Katsir  (w. 774 H) dalam Tafsirnya (6/309) berkata, “… menjadikan diantara keduanya (suami dan istri) mawadah yaitu al-mahabah, dan rahmah yaitu ar-ra’fah ”.

ar-ra’fah adalah perasaan yang bisa mengalahkan norma-norma kebenaran. Sebagaimana diingatkan oleh Allah Ta’ala tentang hukuman bagi pezina:

“… dan janganlah ra’fah kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat [an-nur 2].

 

Keenam, asy-syafaqah

Imam Al-Mawardi  (w. 450 H) dalam Tafsir (3/315), berkata: “Sesungguhnya al-mawadah (adalah) al-mahabah, dan ar-rahmah (adalah) asy-syafaqah, berkata seperti itu As-Sa’di”.

Asy-syafaqah adalah rasa kasih sayang dan belas kasihan yang timbul karena keadaan orang lain, atau karena ada kesamaan keadaan yang ia temukan pada orang lain. Sebagaimana Imam Tirmidzi dalam Sunan (4/325) berkata:

Artinya : ‘Bab apa-apa yang datang dalam syafaqah (kasih sayang) antara muslim dengan muslim”,

Lalu beliau menyebut 3 hadits, diantaranya (no. 1927) “Muslim itu saudaranya muslim yang lain…”, dan hadits (1928), “Muslim itu seperti sebuah bangunan…”.

Kaum muslim saling mencintai sebab adanya kesamaan aqidah, mereka membangun wala (loyalitas) dan bara’ (permusuhan) berdasarkan itu.

 

Ketujuh, ayat-ayat Allah

Maksudnya cinta adalah sebagian dari ayat-ayat Allah,

Artinya : “… Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat ayat-ayat bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].

Al-Hafizh Ibn Qayyim  (w. 751 H) telah merangkum istilah-istilah cinta yang banyak macamnya dalam kitab Raudhah Al Muhibbin wa Nuhzah Al Musytaqin bagi yang ingin meluaskan pembahasan.

 

Perjalanan kami tidak seluas bumi, tidak secerah matahari dan tidak sekuat akar-akar pohon. Tapi kami berharap perjalanan bumi, matahari dan pepohonan mau berbagi itu semuanya kepada kami untuk menjalani kehidupan ini menjadi perjalanan yang sempurna.

Terima kasih Allah, telah satu kan Widya untuk Arif dan Arif untuk Widya. (Disadur dari do'a Prof. H. Habibie kepada Ibu Ainun).

Loading... please wait ..

Leave Comments

 

-Arif & Widya-