Antara “Senior” dan “Junior” Kampus Merah

“Kami kuliah di jurusan yang sama namun selisih setahun. Status sebagai senior dan junior dalam masa orientasi mengharuskan kami untuk saling menjaga jarak”

Halo sobat sobat Datangya. Weekend kali ini “ditengah pekatnya asap hasil kebakaran hutan yang melanda”. Datangya kembali merilis Love Story dari salah satu pengguna undangan pernikahan online Datangya. Nah pengguna yang beruntung minggu ini yang kisah cintanya akan dibagikan Datangya adalah Mas Setyo dan Mba Anti. Mas Setyo dan Mba Anti ini sudah menikah pada 26 Oktober 2013 yang lalu. Berarti sebentar lagi akan merayakan Anniversary yang ke- 2 dong yaa.. Selamat ya buat Mas Setyo dan Mba Anti.. Semoga terus bersama sampai kakek nenek. Amin.

Sesuai dengan judulnya, awal kisah cinta ini bermula di sebuah Kampus. Nah, penasaran bagaimana jalan cerita cinta mereka berdua? Langsung saja simak love storynya berikut ini. Selamat membaca ^_^

Anti_Tyo Undangan Pernikahan Online Datangya Love Story

datangya.com/anti_tyo


 

Antara “Senior” dan “Junior” Kampus Merah

Kami tidak pernah menyangka bahwa takdir akan mempersatukan kami dalam sebuah ikatan pernikahan. Juga tidak pernah menyangka bahwa hati kami akan memilih satu sama lain dengan keyakinan yang begitu penuh untuk sama-sama mengarungi bahtera kehidupan. Semua berawal dari sebuah cerita, yang pada akhirnya meneguhkan keyakinan bahwa kami diciptakan untuk saling menjaga, berbagi cinta dan kasih sayang.

Kami kuliah di jurusan yang sama namun selisih setahun. Status sebagai senior dan junior dalam masa orientasi mengharuskan kami untuk saling menjaga jarak sebagaimana aturan junior harus hormat kepada seniornya dan senior harus kelihatan berwibawa di mata juniornya. Hal itu membatasi interaksi kami hingga setahun penuh. Masuk di tahun kedua kami saling mengenal, ikatan emosional mulai terjalin. Meskipun pada awal kedekatan kami terlalu banyak hal yang menjadi pertimbangan dan penghalang, pada akhirnya perasaan saling percaya yang mulai kuat akhirnya mempertemukan kami pada keputusan untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Sangat tidak mudah menjalin hubungan yang dibatasi oleh aturan organisasi kampus yang mengharuskan kami bertindak seprofesional mungkin. Meletakkan perasaan dan kewajiban pada tempat dan porsi yang tepat.

Namun lagi-lagi keyakinan pada akhirnya membuat kami berhasil melalui itu semua hingga kami lulus dan menjadi sarjana. Setelah lulus kuliah, tantangan semakin berat. Menjalin hubungan jarak jauh karena tempat kerja yang berbeda membuat hubungan kami menjadi semakin sulit. Kami berkarya di bidang pekerjaan yang berbeda pula. Salah satu dari kami berkecimpung di bidang pekerjaan Tambang emas yang ada di pelosok Papua, dan satunya lagi di bidang konsultan sipil. Keyakinan, saling percaya dan saling pengertian porsinya dilipatgandakan sampai batas yang tak berhingga agar hubungan kami bisa tetap bertahan. Sungguh bukan hal yang mudah menjaga hubungan tanpa pernah bertemu sekalipun selama dua tahun. Perasaan rindu tentu sudah tidak dapat lagi diukur. Lalu akhirnya, sampailah kami pada pemberhentian terakhir sebelum melanjutkan kehidupan dalam episode yang baru.

Pernikahan… Adalah moment di mana dua hati yang telah terpisah begitu lama, untuk pertama kalinya akan saling memeluk. Hati yang telah menyimpan begitu banyak rindu dan cerita akhirnya akan saling berbagi. Lalu tangan yang akan saling menggenggam, juga mata yang telah lama rindu akan sosok yang dicintainya, mulai hari ini, di setiap detiknya akan saling menatap. Melangkahkan kaki bersama-sama menuju rumah baru, kehidupan baru.

comments

Leave A Comment

*

Create Invitation