Undangan Pernikahan Tidak Lagi Dalam Bentuk Kertas

Undangan kertas

Hampir dapat dipastikan setiap resepsi pernikahan selalu menggunakan kertas undangan untuk mengundang para saudara, sahabat, kolega ataupun rekan bisnis. Undangan kertaspun tak hanya dijadikan  “alat mengundang” saja, tetapi lebih dari itu. Undangan pernikahan terkadang menjadi alat ukur seseorang dalam menghormati tamunya.  Semakin berharga seorang tamu itu maka undangannyapun dibuat sebagus mungkin, harum dan berharga mahal.

undangan kertas

contoh undangan kertas

Namun terpikirkah oleh anda ke mana undangan kertas itu akan berakhir jika sudah sampai pada orang yang di undang? Disimpan, dikoleksi, dipajang, menumpuk di meja, atau malah di tong sampah?. Hampir dipastikan undangan tersebut akan berakhir di tong sampah, parahnya lagi undangan tersebut di balut oleh plastik pembungkus, anda sudah tau bukan, butuh berapa lama untuk mengurai sampah plastik tersebut?

Taukah anda berapa banyak pohon yang ditebang untuk memenuhi kebutuhan kertas? Menurut situs “Petungsewu Wildlife Education Center” http://www.p-wec.org/  “Setiap 15 rim kertas ukuran A4 itu akan menebang 1 pohon. Setiap 7000 eks lempar koran yang kita baca setiap hari itu akan menghabiskan 10-17 pohon hutan. Dalam satu hari ada berapa jutaan lembar kertas yang dipakai oleh orang Indonesia, dan ini artinya ada jutaan pohon hutan yang ditebang untuk memenuhi kebutuhan itu”.

Contoh kecil untuk undangan pernikahan saja, jika dalam sebulan ada 30 pasangan yang menikah dan menggunakan undangan kertas sebanyak 300 lembar kertas untuk mengundang tamunya maka akan ada 30 x 300 = 9000 lembar kertas yang dibutuhkan dalam sebulan, dan 12 x 9000 =  108000 lembar kertas dalam setahun.  Mirisnya, undangan yang dipakai untuk undangan pernikahan bukanlah kertas tipis seperti biasa melainkan kertas tebal yang setara dengan 4 lembar kertas biasa. Itu masih perhitungan 30 pasangan yang menikah setiap bulan, dan pada kenyataannya pasti lebih dari itu.

Sebahagian pasangan pengantin menyiasati undangan pernikahannya dengan menambahkan  kalender dibahagian belakangya, dengan harapan undangan masih dapat digunakan walaupun hari pernikahan sudah berlalu. Ini memang ide yang bagus, namun tak cukup banyak membantu mengurangi penggunaan kertas, toh pada akhirnya kertas akan berakhir di tong sampah.

undangan online

Contoh undangan pernikahan online

Jadi bagaimana cara mengurangi penggunaan kertas padahal undangan pernikahan mutlak dibutuhkan untuk mengundang tamu ke resepsi pernikahan?, apakah undangan hanya ditulis dalam pesan singkat lewat sms, atau bbm saja?  Lantas bagaimana dengan ke-eklusifannya padahal disebagian orang bentuk undangan pernikahan dapat menjadi alat ukur orang yang mengundang.

Undangan online

Media Internet merupakan jawaban yang tepat untuk itu semua. Penggunaan internet bukan hal yang asing dan sulit lagi saat ini. Bahkan internet masuk desa sudah sering kita dengar. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menjadi alternatif pengganti kertas undangan. Bagaimana caranya? Anda dapat membuat website undangan pernikahan online anda sendiri atau yang kini lebih ngetren disebut WEDSITE atau Wedding Site. Dengan begitu undangan anda dapat anda kirimkan kepada mereka yang anda harapkan kehadirannya.

 Namun untuk orang awam membuat website bukanlah hal mudah, ditambah lagi harus memiliki desain yang apik serta bernuansa pernikahan yang menarik terkadang membuat ribet calon pengantin jika harus membuatnya sendiri.  Tak perlu khawatir berlebihan, internet selalu memberikan solusi yang mudah untuk kehidupan kita. Salah satunya situs www.datangya.com yang begitu fokus membuat undangan pernikahan online dalam bentuk website. Situs ini memang hadir untuk membantu para calon pengantin untuk membuat WEDSITE dengan desain yang apik dan beragam.

Tak perlu menunggu berhari-hari atau malah berminggu-minggu untuk mendapatkan undangan pernikahan online di datangya.com, cukup dengan hitungan menit saja undangan pernikahan sudah siap disebarkan. Dengan terintegrasi ke social media, Calon pengantin bisa mengundang para koleganya melalui facebook dan email. Apa yang membedakan mereka yang diundang dan tidak diundang melalui undangan pernikahan online datangya.com? layaknya kartu undangan biasa, mereka yang diundang adalah mereka yang namanya tertera di kartu undangan. Begitu juga dengan undangan online ini, orang-orang yang diundang akan mendapat link special invite seperti www.datangya.com/ibankmeimei/to/sby maka nama orang yang diundang tersebut akan tertulis di undangan online.  Untuk calon pengantin yang ingin undangannya hanya dilihat oleh orang tertentu saja juga bisa menggunakan fitur Private Invitation, yaitu undangan dapat ditutup aksesnya dari umum, dan hanya dilihat oleh orang-orang yang telah diundang melalui special invite tadi.

 Segudang fitur telah disediakan oleh datangya.com untuk memberikan pelayanan kepada mereka calon pengantin yang sadar lingkungan dan tetap menjaga ke-ekslusifan undangan pernikahan. Lantas bagaimana dengan harganya?, harga sangat terjangkau, bahkan dengan semangat gerakan go green, baru baru ini datangya memberikan harga yang murah dan juga gratis. Semua dikembalikan ke budget calon pengantin sendiri. Datangya.com berusaha menjangkau seluruh kalangan. Rentang harga mulai dari Nol rupiah alias gratis sampai dengan 500ribuan, murah bukan?, Harga bukan merupakan tujuan utama dari datangya.com, tetapi bagaimana membuat kita semakin sadar untuk mencintai lingkungan hidup dengan memulai dari hal yang terkecil yaitu  mengurangi penggunaan kertas untuk undangan pernikahan.

Regenerasi akan terus berlanjut, kebiasaan menggunakan internet akan semakin menjamur. Tak peduli tua ataupun muda mereka akan terbiasa menggunakan internet untuk aktivitas kehidupannya. Sekarang bagaiman dengan anda, apakah anda setuju untuk membuat / menerima undangan pernikahan online sebagai pengganti undangan kertas biasa?

comments

Leave A Comment

*

Create Invitation