Cinta Sejati itu Sederhana

“Cinta sejati akan selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya…..”

Haloo Sobat sobat Datangya… akhirnya berjumpa kembali dengan yang namanya weekend. Pada weekend kali ini, Admin kembali ingin share Case Story. Nah case story ini berupa love story dari user user Datangya. Case Story ini akan diupdate setiap minggu nya pada hari Sabtu.

Kali ini Admin mau share mengenai love story dari Mba Nani dan Mas Danar yang akan melangsungkan acara pernikahannya pada tanggal 2 Agustus nanti. Semoga lancar ya persiapannya Mba Nani dan Mas Danar. Semoga acara pernikahannya lancar, begitu juga rumah tangganya. Semoga jadi keluarga Sakinah Mawadah dan Wa Rahmah.. AMIINNN. Nah tanpa perlu basa basi lagi. Langsung saja dibaca, diresapi dan diambil hal positifnya. Semoga bermanfaat untuk sobat sobat yang sedang dalam masa pacaran.


 

Cinta Sejati itu Sederhana

Cerita ini dimulai saat Nani dan Danar pertama kali dipertemukan dalam partnership client-vendor di lokasi pengeboran Prabumulih, Sumatera Selatan. Sebelumnya mereka belum pernah bertemu, hanya berkomunikasi via telpon membahas update dari kegiatan rig. Malam itu Nani yang bertugas menjadi Engineer pelaksana pekerjaan ini datang lebih lama dari yang dijanjikannya ke lokasi, merasa sungkan dan khawatir dengan persiapan job yang kurang. Danar selaku Company Man di lapangan ternyata telah lama menunggu Nani hingga ketiduran. Danar orang yang disiplin, paling tidak suka menunggu dan berada pada kondisi tanpa kejelasan. Sedangkan Nani agak santai, kadang cuek dan terkesan menggampangkan beberapa detail kecil. Niat awal Danar untuk menegur Nani batal karena seketika ada perasaan lain yang muncul saat mereka berhadapan, Nani juga menjadi salah tingkah. Ntah karena kepribadian uniknya, ntah karena kaos kakinya yang bolong, ntah karena Nani tidak mandi 2 hari, atau malah karena ternyata mereka satu angkatan dan almamater di ITB sehingga terasa telah lama saling kenal, Danar menyadari bahwa ada sesuatu yang membuat ia tertarik saat jumpa pertama tersebut. Begitu juga Nani, selain berharap job nya diberi penilaian bagus, ia malah berharap bisa mengenal Danar lebih banyak.

Beberapa kali Danar berusaha menemui Nani di homebasenya, kota Pendopo yang berjarak sekitar dua jam dari Prabumulih. Modus2an memanggil Nani datang dari mulai alasan membahas program logging sampai revisi invoice juga tidak berhasil membawa hubungan mereka ke arah yang lebih dari sekedar partner. Akhirnya mereka berdua lost contact karena kesibukan dan kesulitan komunikasi, terlebih Nani harus dinas ke daerah lain di luar Sumatera Selatan dalam waktu cukup lama. Namun, kesan pertama pada saat mereka bertemu serta suasana setiap berinteraksi begitu berbeda dan tidak hilang karena jarak dan waktu. Benar kata orang kalau jodoh tidak kemana. Pada akhir tahun lalu, mereka kembali dipertemukan dalam suatu meeting pembahasan program pengeboran lokasi lain tanpa saling membuat rencana bertemu.

Suatu sore di Excelso, Grand Indonesia Jakarta, Danar dan Nani untuk pertama kalinya merencanakan jalan berdua tanpa menunggu ada kebetulan lain yang membuat mereka bertemu. Masing-masing sadar, cinta harus diperjuangkan. Skip, skip, skip. Ternyata pertemuan itu juga sekaligus menjadi moment awal rencana pernikahan, semua keyakinan hadir spontan di hari itu. Yes here they are dengan persiapan kurang lebih 6 bulan, insyaAllah pada 8 Agustus 2015 mendatang akan mereka resmikan status melalui akad nikah dan memenuhi panggilan setengah agama tersebut. Begitulah, jodoh itu bukan tentang seberapa lama kamu mengenalnya tetapi seberapa yakin kamu kepadanya. Sederhana dan berkesan, seolah dia adalah orang yang selama ini kamu nantikan kehadirannya dalam harap dan doa dimana saat bertemu : your heart skips a beat. Bukan berarti tanpa halangan dan tidak perlu memperjuangkan sesuatu, dalam persiapan menuju hari-H banyak sekali ujian yang datang silih berganti dari mulai perbedaan pendapat, miskomunikasi dengan keluarga, orang2 ketiga yang hadir dan membuat ragu, sampai ucapan emosi muncul untuk membatalkan rencana ini pun sempat terjadi. Namun, cinta sejati memang tidak hanya ditemukan, tetapi harus dibangun. Alhamdulillah tiap ujian berhasil dilewati dan dengan restu Allah serta kedua orang tua, selalu ada jalan untuk kembali pada rencana semula. Semoga kelak jika ada ujian datang di masa depan, cinta yang direstui oleh semesta ini senantiasa bertahan dan menghasilkan keluarga dan keturunan yang baik di masa depan. Aamiin 😀

“Cinta sejati akan selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku dirundung cinta justru sebaliknya, memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, buru-buru serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan.” –Tere Liye


 

comments

Leave A Comment

*

Create Invitation