Dari “benci setengah mati ” sampai “cinta sepenuh hati”

cinta sepenuh hatiSetuju gak kalau Cinta dan benci itu bedanya tipis banget?, bahkan kadang seseorang susah untuk membedakan antara cinta dan benci. Tapi yang pasti cinta dan benci itu adalah rasa yang amat sangat terdalam dari lubuk hati. Nah karena sama-sama berasal dari tempat yang sangat dalam (di lubuk hati) kedua rasa ini bisa tertukar atau malah tercampur aduk. Makanya kita sering denger istilah “Benci tapi rindu” atau “I miss u but I hate u” (perasaan ini judul lagu ya.. 😀 ).

Banyak loh sob orang yang akhirnya “cinta sepenuh hati” walaupun dulunya “benci setengah mati” dan berlabuhlah ke pelaminan. Kenapa ya kira-kira? apa mungkin karena kutukan? (nahloh.. emang maling kundang) ha ha ingat gak sob waktu masih masa-masa smp atau sma banyakkan temen-temen kita yang ngeledekin “eh awas loh jadi cewek jangan benci-benci banget sama cowok ntar jadi cinta..!!!”. Tapi bukan berarti ini kutukan loh, sebab sederhana begini.. kata-kata orang ni ya sob, cinta itu bisa berawal dari sebuah perhatian kecil, nah biasanya orang yang benci banget sama seseorang, disadari atau tidak dia sedang memperhatikan orang tersebut. Biasanya dia akan mencari-cari kesalahan orang yang dibencinya tersebut. Tiap malam teringat untuk mencari hal-hal apa saja yang patut dijadikan alasan untuk membenci orang itu. Akhirnya dia kenal dekat dengan dengan orang yang dia benci tadi, apa lagi sering berantem-berantem kecil (egmm bisa dibilang berantem-berantem mesraa gitu.., cihuyyy) wah ujung-ujungnya tumbuhlah benih-benih cinta tadi sob. Ya udah.. jadian deh..

 

benci tapi cintaTapi yang lebih sedih ni sob, kalau yang terjadi itu malah kebalikannya. “Cinta sepenuh hati” jadi “benci setengah mati” behh.. merana sob :D. Ini biasanya terjadi pada pasangan kekasih yang dulunya saling cinta, saling sayang.., siang terkenang malam terbayang, hidup senang walau makan tak kenyang tapi karena satu dari lain hal malah jadi benci sebenci-bencinya, tinggalah kesal bercampur sesal, bertatap wajah seperti tak kenal, mendengar namanya seakan mual. Ck ck ck.. TERRRLAALU… (eh.. piss bang haji..). Tapi kok bisa..? ya bisa bisa saja.., orang yang saling jatuh cinta itukan biasanya kenal dekat, tau sikap dan watak.. orang yang di cintainya. Nah terkadang karena sudah terlalu dekat bisa-bisa aja bosen.. eh atau malah gak cocok sama yang diharapkan akhirnya terjadi deh “Pertempuran Hati” itu.

Jadi intinya sob.., jangan terlalu membenci seseorang, karena boleh jadi nanti suatu saat kamu akan mencintainya atau sebaliknya jangan terlalu mencinta.. karena kalau yang dicinta tak sesuai asa bisa bisa benci selamanya. Terus.. gimana dong..? jawabannya sederhana (aplikasinya susah juga) yaitu “Sewajarnya”. Ini memang gak gampang sob, soalnya kita terkadang tidak tau batas kewajaran tersebut. Karena itu kita masih perlu orang lain untuk menilai kita dan sikap kita. oke sob.. selamat “mencinta…!!!”

comments

Leave A Comment

*

Create Invitation