First Love by Hubban & Yeni

“Love is Sacrifice, to combine the personality dream become collective dream, sacrify what for the person who we love because love is not egoistic, love is defer not lost but defer in getting the winning and happiness.”

Hubban - Yeni Love Story - Datangya

Berikut sepenggal quote yang admin dapat dari love story nya Mas Hubban dan Mba Yeni yang baru saja melangsungkan acara pernikahannya pada 20 Februari 2016 lalu, Congrats ya buat anda berdua. Semoga segera di beri keturunan dan menjadi keluarga SAMARA. Yap, kali ini admin kembali membagikan kisah cinta pengguna layanan undangan pernikahan online Datangya.com

Kalau biasanya seseorang baru akan bertemu calon pendamping hidupnya saat berada di usia dewasa, tidak dengan mas Hubban dan Mba Yeni ini, mereka berdua ternyata sudah bertemu saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Mungkin beberapa dari anda menganggap ini biasa, tapi bagi admin, this is a lil bit shocking, hahaa..  Kalau biasanya cinta saat masa kecil itu disebut cinta monyet, tapi mereka berdua bisa sampai ke pelaminan lho. Penasaran bagaimana ceritanya kisah cinta mereka berdua yang dari bangku sekolah dasar bisa sampai ke pelaminan? Langsung saja simak kisah cinta mereka berdua berikut ini. Semoga bisa jadi bahan pembelajaran untuk anda semua.


First Love

Pertemuan kami berawal dari semenjak kami masih duduk di bangku Sekolah Dasar, mungkin bukan merupakan suatu pertemuan yang indah, karena hal tersebut berawal dari “hukuman” seorang wali kelas kepada beberapa murid didiknya. Tetapi karena “hukuman” itu kita bisa saling mengenal satu sama lain sampai pada saat ini. 

Yeni = ku melihat salah satu dari beberapa murid yang di berikan “hukuman” oleh seorang wali kelas, yaitu disetrap di depan kelas, hal itu menyita perhatianku, kulit putih dengan tampilan gaya rambut klasik, mungkin dahulu sedang tren-trennya rambut dengan belah dua itu. Tampang cuek serta tak ramah, itulah pendapatku ketika melihatnya, tetapi aku tidak menutup fakta yang ada, anak tersebut terbilang tampan. Jujur saja itulah alasan utama kenapa menjadi memerhatikannya. Hubban, “Hubban Lidinillah” itulah namanya, akhirnya aku dapat mengetahui sedikit informasi mengenai dirinya, yaitu dengan namanya, nama yang jarang dimiliki oleh beberapa orang, nama yang memiliki arti dan makna yang indah, beruntung sekali ia bisa memiliki nama sebagus itu.    

Hubban = Sial,, saat itu aku mendapatkan hukuman berdiri di depan kelas atau yg biasa di sebut dengan hukuman ‘Setrap”, beserta ke Sembilan teman-temanku, tak hanya dengan hukuman, Bpk wali kelasku juga memberikan peringatan kepada kami, karena jujur saja hukuman ini diberikan karena memang kami telah melakukan kesalahan, yaitu dengan sengaja tidak mengerjakan PR yg telah diberikan oleh beliau,, Malu itu pasti, di marahi di depan teman-teman lain. Apalagi sekarang kelasku sudah di gabung dengan kelas A, Banyak orang-orang yang belum ku kenal sebelumnya, mungkin Cuma beberapa saja di antara mereka yang ku tahu namanya.. 

Tetapi, ketika mendapatkan hukuman dari bapak guru, aku merasa ada seseorang yang memperhatikanku, yaitu seorang perempuan yang belum ku kenal sebelumnya, ya pasti ia berbeda kelas dengan ku sebelumnya, jadi wajar saja aku tak mengenalnya. Karena mood ku yang sudah down akibat mendapatkan hukuman beserta teguran tegas dari sang bapak wali kelas,  aku hanya bisa memasang wajah masam dan tidak berkomentar apapun. 

Yeni : tak sadar aku bertanya ke teman sebangku ku, yaitu Tari. Dan  tentunya dengan suara yang pelan. Tar,, apa kau kenal dia yang di depan itu?  Tapi ia menjawab dengan gelengan kepala, 

“hmm mungkin ia berbeda kelas dengan kita sebelumnya”, tambahnya..

Ooo,, jawabku,, ya kurasa begitu,,

Tetapi, berasal dari pertanyaan itu, pertanyaan yang ku lontarkan kepada sahabat sekaligus teman sebangku ku itu, menjadi bahan ejekan anak-anak satu kelas,, jujur malu sekali pada saat itu. Dan ku lihat anak lelaki tersebut sudah diperbolehkan kembali duduk di tempatnya semula, ia masih memasang muka tak bersahabatnya itu, berjalan dengan cueknya, kemudian ada seorang temannya yang menghampiri dirinya dan apa yang membuatku terkejut ternyata ia malah menyampaikan kalau ada seorang gadis yang sedang menyukainya dengan menunjuk-nunjuk kepada ku, oh Tuhan, apakah terlihat sekali dari tadi aku memperhatikannya dan menyesal sekali aku mempertanyakan anak laki-laki itu kepada sahabatku dan akhirnya menjadi bahan ejekan, fikirku dalam hati.

Tapi, dari situlah kita bisa saling mengenal satu sama lain,, dari ejekan teman-teman sekelas ku, mungkin saat itu hanya ada rasa saling mengagumi, karena untuk sekedar bertegur sapa saja rasanya malu sekali, baik untuk ku dan dirinya. Kisah kami tak hanya sampai disitu saja, kami di pertemukan kembali saat awal kelas IX SMP, meski kami sekarang berbeda sekolah tetapi kami dapat menjalin hubungan, mungkin bisa disebut “cinta monyet” yang kemudian kandas karena ada seseorang yang merusak hubungan kami, kemungkinan besar ia cemburu pada hubungan kami yang saat itu hanya bertahan 6 bulan.

Menginjak masa SMA, tepatmya sewaktu kelas X, namun kami bersekolah di tempat berbeda. Sebelumnya sudah terbilang cukup lama kami tak pernah bertemu, jadi pada saat malam itu, di suatu malam perpisahan “Sekolah Dasar”, berniat untuk melihat pentas dari anak-anak dalam acara tersebut, ternyata kami bertemu kembali, kami saling bertukar sapa, walau ada sedikit rasa canggung saat itu tapi tak separah sewaktu dulu, ya sewaktu kami masih SD,, hehhehee tak hanya itu, kami pun saling bertukar nomor ponsel, nah dari situlah kami menjadi sering berkomunikasi dan semakin dekat sampai pada akhirnya tepatnya pada tanggal 22 November 2008, kami resmi berpacaran sampai pada saat ini. Asmara penuh warna telah kami lewati bersama meskipun kami tak mempungkiri prahara kerap kali menghiasi kisah kami. Dan sekarang kami sepakat untuk membuat komitmen pembuktian dari cinta kami yaitu dengan sebuah ikatan “pernikahan”. Pernikahan ini adalah waktu yang menandai kehidupan bersama kami telah dimulai, kami berharap Allah SWT tetap mempersatukan kami dalam cinta juga berharap dengan sungguh agar kami tetap bersama dengan ikatan yang kuat sampai pada saat usia memisahkan kami dan dapat membimbing rumah tangga bahagia selamanya,, amin….

 Love is Sacrifice, to combine the personality dream become collective dream, scarify what for the person who we love because love is not egoistic, love is defer not lost but defer in getting the winning and happiness. Not your city, my city, but our city. Not your dream, my dream, but our dream. Not your life, my life, but our life.

Finally we can answer your question When distribute the Invitation? When get married by happiness condition we answer 20 Februari 2016 Come Soon Ok,,,

comments

Leave A Comment

*

Create Invitation