Pasangan Parasit, Jangan Dipertahankan !

Pacar-Parasit-Datangya (Ilustrasi)

Pasangan Parasit? Perlukah Dipertahankan?

Hallo Sobat Datangya.com! Apa kabar? Semoga kamu baik-baik saja ya, dan pastinya kami doakan selalu berada dalam keadaan sehat dan bahagia.

Sobat Datangya.com…beberapa waktu lalu dalam sebuah kesempatan, tim redaksi secara tidak sengaja mendengar keluhan seorang gadis yang selalu merasa dimanfaatkan oleh pacarnya. Kita sebut saja ya namanya Kirana.Ternyata selama hampir tiga tahun menjalin hubungan dengan pacarnya Kirana selalu dijadikan “mesin ATM. Bahkan untuk penyediaan pulsa handphone, kekasihnya juga sering minta kepadanya.

Awalnya Kirana merasa tak ada masalah ketika sang pacar meminta pertolongannya untuk melengkapi segala kebutuhannya. Namun setelah sekian lama, Kirana mulai merasa dimanfaatin. Apalagi kondisi keuangannya saat ini tidak seperti kondisi sebelumnya. Maklumlah ayah Kirana yang dulunya pejabat sudah meninggal dunia. Gaji yang diperolehnya juga tak besar, hanya cukup untuk membiayai kebutuhannya sendiri.

Sebenarnya gejala awal prilaku parasit sang kekasih sudah dilihat Kirana. Karena setiap kali kencan, hampir seluruh biaya Kirana yang tanggung, sampai-sampai tagihan kartu kredit Kirana jeblok. Hanya saja karena perasaan sayang, Kirana menutup mata. Bagi Kirana, uang bisa dicari dan kebahagiaan adalah utama. Cuit…cuit… so sweet bangets ya.

Sobat Datangya.com, tujuan orang berpasangan pastilah untuk menemukan kebahagiaan dan mendapatkan efek positif dari pasangannya. Namun jika hubungan tersebut hanya menguntungkan satu belah pihak tentu ini di luar harapan. Ingat lo! Setiap orang bisa mengalami hubungan parasit. Ketika hubungan seperti ini terjadi, orang yang bertindak sebagai parasit hanya sedikit sekali bahkan sama sekali tidak memikirkan kebutuhan pasangannya. Cintanya tidak murni dan tentu saja tidak memiliki niat untuk mencapai kebaikan bersama. Pihak yang berlaku seperti parasit kepada pasangannya dan bila terjadi secara terus menerus bisa jadi memiliki gangguan kepribadian narcissistic, yang ditandai dengan minimnya empati terhadap kebutuhan dan kepentingan orang lain, egosentris, dan hanya mengutamakan diri sendiri. Hubungan dengan orang lain dilakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Duh, kamu pasti nggak mau kan punya pasangan yang seperti ini. Oleh karena itu, bila kamu sudah menyadari  bahwa pasanganmu seorang parasit, maka pikirkanlah sejauh mana kamu bertahan pada hubungan yang tak sehat ini. Segeralah evaluasi keuntungan dan kerugian yang akan kamu hadapi!

Jika kamu masih mempertahankan hubungan atas nama cinta, namun ia tetap mengatur “dompet” kamu, maka ini jelas bukan cinta. Bagaimana mungkin pasangan kamu dengan enteng mengatakan cinta jika ia dengan tanpa dosa memakai kartu kreditmu, lalu kamu yang harus pontang panting membayar tagihannya. Wuiihhhh …nggak bingits kan?

So…sobat Datangya.com, coba maknai cintanya pada kamu! Jika pada awal hubungan saja ia tidak bisa memahami  namun lebih sering memanfaatkan kamu alias merugikan kamu, maka jangan ragu untuk membicarakan kembali ataupun mungkin mengevaluasi ulang hubungan. Masih layak dipertahankan atau tidak?

 

 

 

comments

Leave A Comment

*

Create Invitation