Jodoh, umur dan kemapanan dalam Pernikahan, utamakan yang mana?

“Kalau memang jodoh.., takkan lari kemana” begitulah pepatah yang popular sejak dulu kala. Biasanya kata-kata ini keluar dari orang-orang yang tak ambil pusing dengan jodohnya siapa, atau orang-orang yang masih berharap pada orang yang dicintainya, atau malah bagi orang-orang yang sudah putus asa (puk.. puk..). Tapi bener gak sih.., kalau memang jodoh itu gak akan lari kemana-mana, atau bener gak sih.., kalau jodoh itu sudah ditentukan?. jodoh-umur-dan-kemapanan-pernikahanPertanyaan ini selalu saja muncul disana sini, sebab dewasa ini buat sebahagian orang terutama yang berada di kota-kota besar sangat sulit untuk menemukan pasangan hidupnya. Selain karena kesibukan aktivitas sehari-hari, hal ini juga disebabkan oleh “kriteria” yang dimiliki atau diinginkan oleh seseorang tersebut. Kriteria ini bisa saja, sikap, kemapanan, kemandirian dan sebagainya. Wajar memang setiap orang  memiliki kriteria tertentu untuk orang yang akan mendampinginya seumur hidup. Tapi sewajar apa sih kriteria tersebut? Kriteria-kriteria ini semakin banyak muncul bisa jadi dikarenakan kemapanan dan kemandirian hidup seseorang. Katakanlah seorang wanita yang rupawan, mandiri, mapan dan berkecukupan, dia akan menetapkan kriteria pasangan yang tampan, lebih mapan, mandiri dan lebih berkecukupan juga. Hal ini secara perbandingan masih dianggap wajar. Tetapi akan sulit ditemukan jika si pria juga menetapkan kriteria yang berbeda untuk wanita idamannya. Belum lagi jika dikaitkan dengan umur. Kenapa umur? Ini logis saja, untuk menjadi seseorang yang mapan dibutuhkan waktu yang lama bukan..?. Biasanya seseorang mapan itu diatas umur 30an. Dan anda harus tau jika umur akan berpengaruh pada kemungkinan seseorang untuk memilih pasangannya. Ini bisa digambarkan seperti piramida umur: pilihan jodoh : kemapanan

piramida-jodoh-dan-pilihan-undangan-online

Gambar piramida simulasi umur dengan kemapanan hidup dan kaitannya dengan pilihan pasangan hidup

Mari kita jelaskan makna piramida ini. Di umur 17-25 tahun, seseorang akan mudah memilih setidaknya  menentukan target orang-orang yang di-idamkan. Karena diumur ini seseorang sedang dalam puncaknya bersosialisai dengan orang-orang yang juga masih single (belum menikah).  Dalam rentang ini seseorang sedang dalam masa sekolah, kuliah, aktif diorganisasi pemuda. Atau awal-awal memasuki dunia kerja.  Jadi pilihan itu masih banyak. Tapi dalam rentang ini sangat jarang sekali seseorang itu sudah dapat dikatakan mapan. Memasuki umur 26-35 tahun, pilihan sedikit berkurang. Karena teman-teman sudah mulai ada yang menikah, tapi it’s ok ini adalah masa yang ideal jika dikaitkan dengan kemapanan dan kemandirian seseorang. Tapi ingat interaksi dengan teman-teman yang masih lajang (single) sudah berkurang. Hal ini wajar, karena   seseorang itu sedang serius mempersiapkan masa depan berkeluarga,  so secara otomatis interaksi dengan teman-teman lajang, seperti nongkrong bareng, jalan-jalan ke mall sudah berkurang. Di masa umur 30 tahunan sebahagian orang sudah ada yang mulai gelisah, terutama yang masih jomblo, atau yang sudah berpacaran namun belum ada kejelasan menikah. Ini juga sangat wajar sebab di rentang umur 35-40 tahun, pilihan akan semakin berkurang lagi. Sebab selain teman-teman lajang sudah banyak menikah, juga ruang lingkup berinteraksi dengan orang lain (yang masih single ) juga berkurang. Anda hanya akan berinterkasi dengan rekan kerja, atau relasi. Memasuki umur 39 akhir, ini masa yang bisa disebut “genting”, terlepas dari kebiasaan budaya setempat, juga ruang pilihan bertemu dengan orang-orang yang masih single juga semakin sempit. Dan buat sebagian orang sudah malu untuk terlihat aktif mencari/menanti pasangan hidupnya. Belum lagi dihantui oleh rasa takut mengenai kesuburan dan kesehatannya. Namun biasanya diumur ini kemapanan hidup dan kemandirian  sudah sangat tercapai. Nah biasanya di masa ini banyak orang yang menggunakan jasa biro jodoh untuk menemukan tambatan hatinya. Di Negara-negara maju seperti jepang, amerika bahkan seperti singapura banyak sekali orang-orang mapan menggunakan jasa biro jodoh ini. Selain praktis juga sangat efektif. Sebab seseorang tetap bisa menjalani aktifitasnya seperti biasa sambil menunggu hasil dari jasa biro jodoh tadi. Tapi seberapa perlukah birojodoh ini untuk menemukan pasangan hidup? Kita akan bahas pada artikel minggu depan. Nah sobat datangya.com anda tinggal menentukan dibagian piramida mana anda sekarang, lalu tentukan strategi yang bisa anda tempuh untuk menemukan “pasangan hidup yang tepat” dan memulai kehidupan berkeluarga anda. Intinya sih.., setiap orang memang sudah ditentukan jodohnya siapa, tapi yang perlu diingat adalah disaat kapan anda ingin menemukan dan menjemput jodoh anda tersebut. Beberapa orang lebih memilih menikah diumur 23 atau 25 tahun. Walaupun dalam umur ini umumnya seseorang belum mapan penuh. Karena boleh jadi strategi yang dipilihnya adalah “mapan diraih sejalan dengan kehidupan dalam pernikahan”. Namun “lain padang lain pula belalangnya” lain orang lain pula pemikirannya. So terserah anda pilih yang mana..?. (yang pasti kalau undangan online.. ya pilih datangya.com ya .. 😀 )

comments

Leave A Comment

*

Create Invitation