Pacaran Dengan Hati dan Nalar

Pacaran lah dengan hati dan juga dengan nalar.Pacaran Dengan Hati dan Nalar

Setiap orang pasti menginginkan pasangan yang sempurna. Tak hanya sempurna fisik namun juga hati. Namun tentu saja ini bukan sebuah hal yang mudah diraih. Karena sesungguhnya kesempurnaan itu sangat relatif sifatnya. Pada awal menjalani sebuah hubungan kebanyakan orang  menilai segala sesuatu berdasarkan hal-hal yang berkaitan dengan penampilan dan tentu saja materi. Wajah yang enak dipandang dan harta pasti menjadi prioritas yang didahulukan. Sehingga hal-hal yang lebih penting dari semua itu seringkali terabaikan, termasuk prilaku yang mungkin kadang kurang menyenangkan dan juga masa lalu pasangan tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, redaksi Datangya.com menerima curhat dari seorang pembaca yang bernama Indah (24). Ia mengaku kebingungan karena ternyata hubungan yang dijalinnya selama dua tahun lebih dengan pasangannya tidak membawa kebahagian bagi dirinya. Pertengakaran kecil mulai sering terjadi.  Meskipun sang kekasih berwajah tampan dan memiliki harta yang menggiurkan, tapi ternyata dia selalu merasa kurang nyaman setiap kali berjalan dengan kekasihnya. “Orangnya agak kasar. Kalau ngomong kayak jenderal, perintah sana perintah sini. Nggak boleh ini nggak boleh itu. Curiga terus bawaannya. Trus kalau nggak diacuhkan dia mau memaki saya, ” begitu isi surat Indah yang diterima redaksi Datangya.com.

Awalnya ini dianggap Indah sebagai wujud kasih sayang sang kekasih padanya, namun lama kelamaan Indah jenuh juga. Namun untuk memutuskan hubungan dengan sang kekasih Indah mengaku harus berpikir ulang. Selain seluruh keluarga besar sudah merestui hubungan yang mereka bina, mencari pria tampan yang mapan juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Masih menurut pengakuan Indah, sebenarnya kekasih  juga tergolong orang yang cukup perhatian meskipun kadang sikapnya lebih terkesan sebagai sebuah tindakan yang over protective. Setiap kali Indah membutuhkan sesuatu sang kekasih siap membantu.

Sobat Datangya.com memang tidak mudah untuk menghadapi persoalan seperti ini. Perlu upaya bijak agar masalah ini bisa diatasi dengan baik. Sebagai catatan yang tak bisa kita pungkiri, seiring dengan berjalannya waktu sebuah hubungan akan melalui fase-fase bahkan hingga mungkin masuk pada  fase yang krisis. Untuk menghindari hal ini, kita perlu melakukan penyesuaian diri terhadap pasangan. Pacaran lah dengan hati dan juga dengan nalar. Karena apapun pemicu dari sebuah keretakan hubungan lebih disebabkan oleh ketidakmampuan pasangan dalam mengatasi konflik yang terjadi. Oleh karena itu, jika memang masih bisa diperbaiki maka berusahalah untuk terus melakukan penyesuaian diri. Jangan terlalu cepat untuk memutuskan sebuah hubungan, apalagi jika hubungan tersebut sudah berlangsung lama.

Setiap masalah yang terjadi dengan berbagai muara persoalan bila tak sampai mengancam keselamatan salah satu pihak masih bisa “ditolerir” selama masih ada niat untuk memperbaikinya. Pupuklah terus komunikasi dan berkomitmenlah. Komunikasi yang baik akan membantu kita untuk menata ulang  masalah dan perbedaan-perbedaan antara pasangan.

Ingat lo, pada dasarnya tidak ada pasangan yang memenuhi standart sempurna. Untuk itu, kita harus bisa belajar menerima kenyataan. Setiap pasangan pasti akan mengalami pasang surut dalam sebuah hubungan. Belajar terus menyesuaikan diri, mencoba menerima kekurangan pasangan dan memaafkan merupakan kunci penting dalam sebuah hubungan. Karena kebahagiaan selamanya saat menjalin hubungan percintaan hanya ada dalam dongeng.

comments

Tags:

Leave A Comment

*

Create Invitation