Perlukan Kekasih Kasar Dipertahankan?

Kekasih Kasar Tidak Dipertahankan

Kekasih Kasar Tidak Perlu Dipertahankan !!!

Sobat Datangya.com, belakangan ini sering sekali kita dengar berita-berita memilukan , prihal wanita yang dijadikan sebagai objek kekerasan oleh pasangannya. Bukan hanya menyebabkan cacat fisik, kekerasan yang ditimbulkan juga berdampak pada hilangnya nyawa wanita. Sungguh perbuatan yang sangat biabad. Hanya karena emosi sesaat atau karena kesalahan kecil si wanita harus menanggung penderitaan yang sedemikian rupa.

Sobat Datangya.com, hubungan asmara yang dijalin seseorang bersama kekasihnya tentu tidak akan selamanya bisa berjalan mulus.  Adalah hal wajar jika pertengkaran ataupun perselisihan membumbui perjalanan hubungan tersebut. Pada fase yang wajar, tentu pertengkaran seseorang dengan kekasihnya akan dapat menemukan solusi. Berdiskusi dengan bahasa yang baik, tentu akan menemukan jalan keluar tanpa harus membuat hubungan asmara berakhir.

Namun sobat Datangya.com, sekarang ini seringkali kita dengar ceritacerita yang menakutkan dari hubungan yang dijalin seseorang dengan kekasihnya. Seorang lelaki dengan teganya bemain kasar kepada wanita yang jadi pasangannya. Setiap kali marah, kata-kata kasar kerap keluar dari mulutnya. Bukan hanya itu, bahkan tak sedikit di antara mereka yang bahkan dengan sadar melakukan tindak kekerasan fisik; mulai dari menampar, memukul, bahkan juga menendang. Anehnya, dengan alasan cinta, banyak wanita yang merasa rela diperlakukan seperti ini.

Winda salah satunya. Gadis yang akhirnya mengalami cacat seumur akibat dibakar oleh mantan pacarnya ini mengaku awalnya ia bisa terima perlakuan sang pacar karena ia menilai kemarahan pacarnya tersebut bersumber darinya. Dia pun memasang jurus “ilmu sabar” dan berharap, seiring dengan bertambahnya usia sang pacar, prilaku sang pacar akan berubah. Namun ternyata, tunggu punya tunggu, sang pacar tidak pernah berubah. Malah sebaliknya, pacarnya makin beringas, hingga satu hari karena cemburu buta, pacarnya menyiramkan bensin ke tubuh Winda.

“Di situ saya baru sadar, ternyata hubungan kami tak bisa dilanjutkan lagi. Karena cinta cuma saya yang rasakan. Dia baik kalau ada maunya saja,”kata Winda yang hanya bisa menyesali nasib.

Sobat Datangya.com, jangan sampai kasus Winda atau kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh pasangan menimpa dirimu ya! Sekecil apapun itu! Pada kondisi ini, kamu harus mulai berfikir apakah hubunganmu layak untuk dipertahankan atau tidak?  Saat kekasihmu mulai bersikap kasar, sebenarnya kamu dapat mempertimbangkan beberapa hal dalam mengambil keputusan; bertahan ataupun putus dengannya.

Menurut psikolog, Rosalina Verauli, hubungan asmara yang postif  akan diisi dengan sikap yang sifatnya membangun dan memupuk hubungan asmara yang dijalin seseorang bersama kekasihnya. Seseorang yang tidak memahami hal tersebut tentu akan mudah bersikap kasar.

Psikolog Lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan, ada tiga hal yang dapat dicermati oleh pasangan, saat kekasihnya bersikap kasar. Sehingga dengan mencermati hal ini, ia pun menjadi mampu untuk berfikir  matang dalam mempertimbangkan segala hal yang nantinya akan bermuara pada suatu keputusan, mengakhiri hubungan ataupun bertahan dengannya.

Pertama, saat sikap kasar sang kekasih pertama kali baru ia lakukan padamu, mungkin kamu pun masih dapat memaafkannya. Namun, pada kondisi ini sebaiknya kamu tidak hanya melihat pada sikap yang pertama kali ia lakukan padamu, melainkan juga efek psikologis dari sikap kasar kekasih yang kamu rasakan.

Kedua, kamu pun harus mampu mencermati dengan baik ketika sikap kasar yang ia lakukan padamu. Sifatnya hanya pada satu momen saat ia  marah besar ataupun terus menerus mengulang sikap tersebut. Jika kekasihmu mengulangi sikap kasarnya, maka sebaiknya kamu akhiri hubungan asmara bersamanya karena sikap kasarnya sudah tidak lagi bersifat momentum melainkan sudah akan menjadi suatu kebisaan.

Ketiga, kamu harus mampu mencermati dengan baik pemicu yang membuat kekasih bersikap demikian. Jika pemicunya adalah narkoba ataupun minuman beralkohol. Maka  tidak perlu merasa ragu untuk mengakhiri hubungan asmara bersamanya.

So…sobat Datangya.com jika menurutmu seseorang itu tak layak menjadi suami yang akan mendampingi dengan kasih sayang sampai tua, baiknya ga usah maksain diri meskipun kamu merasa masih mencintainya. Ingat dan yakinlah pada tuhan. Jodoh nggak akan kemana. Jangan mau dianiaya atas nama cinta. Percayalah Tuhan akan memberikan kita yang terbaik!

Selamat Berbahagia!!!!
 

comments

Tags:

Leave A Comment

*

Create Invitation