Resolusi 2015; Menikah Siapa Takut?

menikah siapa takutSobat Datangya.com apa kabar? Tak terasa ya dalam hitungan hari kita akan memasukin tahun baru 2015. Pastinya, jelang tahun baru ini kamu-kamu sudah pada pasang target. Hmmm…termasuk target untuk menikahkan?

Eits…tapi kenapa ada yang masih ragu ya!

Adalah impian setiap manusia bisa menikah dan hidup bahagia dengan pasangannya. Sebagai manusia yang mempunyai kebutuhan psikologis dan biologis wajar jika kita menginginkannya. Karena pernikahan merupakan satu-satunya cara yang dihalalkan oleh setiap agama dalam memadu kasih dan berbagi suka duka bagi setiap pasangan manusia. Bahkan pernikahan juga diidentikan sebagai sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan agar generasi penerus keturunan tetap terjaga.

Namun sobat Datangya.com, seringkali keinginan tersebut terhalang oleh banyak masalah. Salah satunya adalah kekhawatiran karena takut hidup tak bahagia.  Menikah memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Perlu proses! Pengalaman membuktikan, menjadikan cinta sebagai satu-satunya landasan dasar ternyata tak bisa dijadikan modal untuk dapat membina rumah tangga yang bahagia. Tak heran jika banyak orang yang akhirnya memutuskan berpisah dengan pasangannya meski baru beberapa saat membina hubungan rumah tangga.

Saat seorang laki-laki menyatakan kesediaannya untuk hidup bersama dalam bentuk ijab kabul dalam upacara sakral yang disebut penikahan, maka saat itulah kehidupan baru dimulai bagi sepasang insan tersebut. Seorang wanita dalam sekejab akan menyandang status baru sebagai seorang istri, dan seorang laki-laki akan berubah status menjadi suami. Sebuah status baru yang bisa jadi belum pernah terbayangkan. Karena dengan status tersebut akan diikuti oleh sekian banyak konsekuensi yang baru pula, yang belum tentu mampu untuk dijalani. Dan ujung-ujungnya pernikahan pun harus bubar!

Sobat Datangya.com, pernikahan bukan hanya meyatukan hubungan fisik antara pria dan wanita.   Saat memutuskan akan menikah kita harus sadar dan sepakat bahwa kita juga harus bisa menyatukan pemikiran, sudut pandang, karakteristik, dan kebiasaan. Bukan hanya berasal dari pasangan manusia yang menikah tersebut, namun juga dari keluarga besar dan budaya kedua pasangan yang menikah. Perbedaan pasti akan muncul!

Namun sobat Datangya.com tak perlu khawatir! Perbedaan bukan sesuatu yang ditakuti. Bukankah Tuhan sengaja menciptakan perbedaan untuk membangun hubungan yang lebih indah bagi kehidupan manusia di dunia. Bahkan manusia yang terlahir kembar identik pun dianugerahi Tuhan dengan perbedaan satu dengan yang lainnya.

Sobat Datangya.com menikah memang membutuhkan persiapan yang tak mudah. Bahkan ketika pernikahan itu sudah terlaksana, proses pembelajaran harus tetap kita laksanakan. Ada perbedaan yang besar antara kata “ingin” dan “siap”. Sebuah keinginan yang tidak diikuti oleh proses persiapan diri, maka ia akan berakhir sebagai mimpi kosong di siang bolong. Sementara kesiapan menikah biasanya selalu dibarengi dengan keberanian untuk menanggung segala konsekuensi yang didapat dari sebuah proses pernikahan.

Maka sobat Datangya.com jangan takut ya untuk menikah. Sebagai sebuah kewajiban, kita harus siap untuk menerima perbedaan, kemauan untuk berubah, keinginan untuk mengenal lebih jauh, kesiapan untuk menerima pasangan kita apa adanya, dan kesediaan untuk mengorbankan kepentingan pribadi demi mengedepankan kepentingan dan kebutuhan bersama.

So…pliss, jangan takut menikah ya!!!

 

comments

Leave A Comment

*

Create Invitation