Seberapa perlukah biro jodoh untuk menemukan pasangan hidup?

Minggu lalu kita sudah bahas piramida perbandingan “umur: pilihan jodoh : kemapanan”, yang menggambarkan perbandingan umur seseorang dengan kemapanan dan pengaruhnya pada pasangan hidup (jodoh). Nah kali ini kita akan melanjutkannya kembali dengan membahas tentang biro jodoh.

biro jodoh

Undangan online

Masih ingat dong dengan ungkapan “Ini bukan lagi zamannya siti nurbaya”?, yah sebuah ungkapan yang menekankan pada arti tidak perlu dijodohkan untuk memilih pasangan hidupnya. Tapi sepertinya ungkapan ini mulai tak berlaku lagi. Sebab tak sedikit orang-orang yang memerlukan “jasa perjodohan” untuk menemukan tambatan hatinya. Walaupun kini perjodohan itu sedikit dipoles berbeda sesuai zamannya. Kalau dahulu perjodohan dilakukan oleh kedua orang tua masing-masing pasangan namun kini dilakukan oleh jasa perjodohan (biro jodoh) yang semakin menjamur. Apalagi kini jasa perjodohan bisa dilakukan dengan memanfaatkan internet (biro jodoh online). Tapi seberapa perlukah biro jodoh ini untuk menemukan pasangan hidup, sehingga orang-orang memilih menggunakan jasa biro jodoh untuk menemukan pasangan hidupnya? Yuk kita bahas satu persatu kenapa seseorang itu menggunakan jasa biro jodoh

1.     Iseng

Orang-orang ini mengikuti biro jodoh tidak seratus persen ingin mencari jodoh. bisa saja hanya untuk mengenal lebih banyak orang-orang, “Siapa tau”(barangkali) ada yang cocok. Jadi biasanya orang-orang seperti ini tidak begitu serius saat berkenalan dengan orang lain di biro jodoh tersebut. Toh dalam anggapannya dia bisa mencari jodohnya sendiri tanpa bantuan jasa biro jodoh tersebut, loh kenapa ikut biro jodoh? Namanya juga iseng..

2.     Ikut-ikutan

Beberapa orang mengikuti biro jodoh karena ikut tren atau ikut teman-teman mereka saja. Ikut-ikutan hampir sama dengan tipe orang “iseng”, namun bedanya orang-orang ini bisa lebih serius dibandingkan dengan orang-orang yang hanya sekedar iseng. Hanya saja karena sifatnya yang sekedar ikut-ikutan bisa jadi tidak konsisten (yah namanya juga cuma ngikut… tergantung yang diikuti).

3.     Putus asa

Putus asa dengan mantan kekasih atau putus asa karena tak juga menemukan tambatan hati dapat memicu seseorang untuk bunuh diri  menggunakan jasa biro jodoh, selain sebagai pengobat rasa gundah (cie… puk puk..) juga dapat menyegarkan suasana hati.

4.     Terlalu sibuk

seperti bahasan kita minggu lalu, kesibukan seseorang mengejar karir atau pekerjaan membuatnya tak sempat untuk menemukan jodohnya. Alhasil biro jodoh dijadikan perantara penemu jodohnya. Tak sedikit loh jumlah orang yang seperti ini di dunia “jasa perjodohan”.

5.     Tekanan ekonomi

Aneh mungkin ya kedengarannya, tapi benar loh sebahagian orang mengikuti biro jodoh karena ingin mengubah perekonomiannya. Seperti di jepang dan china misalnya. Pria-pria jepang banyak mencari jodoh gadis-gadis desa dari china. Nah gadis-gadis desa ini sebagian dari taraf perekonomian yang rendah, hal ini memicu mereka untuk mencari jodoh pria-pria kaya dari jepang. Begitu juga dengan pria jepang yang mencari jodoh dari gadis-gadis china, karena sulit menikah dengan wanita jepang yang kebanyakan sudah mapan dan terlalu pemilih dalam mencari jodohnya.

6.     Sudah waktunya menikah

Nah kalau yang ini biasanya sudah merasa cukup mapan untuk menikah, sudah cocok dengan umur, dan belum memiliki calon pasangan. Buat sebagian mereka ada yang tidak percaya diri untuk mencari sendiri jodoh mereka, ada juga yang malu, ada juga yang pasrah (nah loh).

Nah itu beberapa alasan mengapa seseorang itu memilih biro jodoh untuk menemukan pasangan hidupnya. Tapi hal yang perlu diperhatikan dalam mengikuti biro jodoh ini adalah, “berhati-hati”. Walaupun anda telah menemukan orang yang menurut anda tepat untuk menjadi pendamping hidup anda, cobalah mengenal lebih dalam lagi, baik dari lingkungan pribadinya, keluarga, isi kantongnya, atau teman-temannya. Jangan sampai anda jadi “korban penipuan” atau “korban perasaan” (aduh.. aduh… aduh..)

comments

Tags: ,

Leave A Comment

*

Create Invitation