Special Invite To

Love Story

Let The Story Begin..

Dan disinilah kisah ini dimulai..

“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” begitulah sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa, “Cinta tumbuh karena terbiasa”. Terbiasa bertemu, terbiasa bersama-sama,terbiasa berkomunikasi, hingga akhirnya benih cintapun tumbuh berkembang dengan sendirinya.

Jodoh sungguh suatu misteri, tak pernah kami sangka awal perkenalan kami di firma hukum itu akhirnya membawa kami memutuskan untuk saling mengikatkan hati, dan mengisi sudut-sudut  hati terdalam masing-masing.

Kami pun tak ingat kapan pastinya rasa cinta ini ada, tak ada kata “jadian”, tak ada tanggal dan tak ada penandanya. Intensitas kebersamaan dan seiring terlewatinya waktu lah yang menyadari kami akan adanya debaran hati, rasa nyaman dan saling membutuhkan satu sama lain.

Terlepas dari segala perbedaan yang kami miliki, mulai dari sifat, karakter, hobi, warna kesukaan hingga cara memandang dunia yang semuanya itu tak jarang memicu pertengkaran-pertengkaran kecil, kami meyakini dan akan tetap terus yakin bahwa kami terlahir di dunia ini untuk saling belajar memahami dan menerima satu paket penuh kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing.

Kedekatan kami memang terbilang tidaklah lah lama, hanya dalam hitungan bulan, hingga banyak yang meragukan kemantapan niat kami. Namun apakah lamanya masa kedekatan mampu menjamin kelanggengan sebuah perkawinan? Kami rasa tidak. Kelanggengan suatu pernikahan tergantung pada seberapa kuat pondasi bahtera pernikahan itu sendiri.

Cinta, keikhlasan kepada Allah dan doa lah yang kami jadikan pondasi bahtera pernikahan kami.

Bahtera yang kami harap akan membawa kami kepada keridhoan-Nya..

Bahtera yang kami harap dapat menaungi kami hingga kekekalan itu tiba..

Bahtera yang kami harap akan mempertemukan kami kembali di surga-Nya..

Kami sadar pernikahan bukanlah menunggalkan dua individu tetapi menyatukan dua buah hati untuk saling menghormati menerima dan memberikan ruang bagi perbedaan-perbedaan yang ada. Hal ini pastilah tidak mudah. Dibutuhkan proses dan waktu yang panjang.

Pernikahan juga bukan hanya menyatukan dua buah hati tetapi menyatukan dua keluarga dengan latar belakan berbeda, kultur yang berbeda, perasaan yang berbeda dan persepsi yang berbeda. Namun kami percaya hal ini bukanlah halangan untuk menyatukan kami. Kami percaya  selama masing-masing terus belajar, mau menerima dan saling percaya semuanya akan indah dan baik-baik saja, sebab kami yakin perbedaan adalah hal terindah yang tercipta di dunia.

"...apabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, apabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

Loading... please wait ..

Leave Comments