Love Story

The beginning....

Mungkin banyak orang yang bertanya "Bagaimana awal kisah kalian bertemu?". Dan ada juga yang bertanya "Kok bisa? Ketemunya gimana? Kan yang satu di Balikpapan, satunya di Banjarmasin". Dan kami pun menjelaskannya....

....siang itu, di suatu hari di bulan November, saya mendapat notifikasi chat dari Lia (adik sepupu) yang mengomentari foto profil saya bersama teman SD saya, yang berujung dia mengenalkan saya kepada seorang teman sekantornya, Arnita namanya. Yupz benar, wanita cantik yang ternyata menjadi jodoh dan pendamping hidup saya. Awalnya saya malu untuk meng-invite dan berteman dengan dia. Namun dengan tekad baja, muncullah keberanian itu. Dan kami pun mulai berkenalan dan mengobrol di media chatting tersebut.

6 Desember 2013, hari itu merupakan awal pertemuan kami yang sesungguhnya. Sekali lagi, dengan semangat membara serta optimisme yang begitu besar, sepulang kerja saya langsung berangkat ke Banjarmasin. Tidak lain adalah untuk bertemu dengan sang pujaan hati. Ditemani Lia, saya pun membuat janji bertemu dengannya di salah satu tempat makan di Mall yang ada di Banjarmasin. Tak lama kemudian, dia pun datang. Dan kami pun mulai mengobrol dan bercanda satu sama lain. Sejak itulah saya mulai merasa nyaman dengannya. Apakah ini cinta?

"Jika dia adalah jodoh saya, mohon mudahkanlah dan jagalah kami berdua ya Allah"

Benar, tidak memerlukan waktu lama, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, untuk merasa yakin dengannya. 11 Januari 2014, pertemuan saya yang ketiga dengannya, saat itu juga saya mengutarakan keseriusan saya. Bukan untuk 'jadian' (pacaran maksudnya), melainkan untuk menikah, menjalani hidup berdua sampai ajal menjemput, dan belajar untuk saling memahami dan tumbuh dewasa di setiap waktunya. Dia pun mengiyakannya. Dan kami pun mulai merencanakan segala hal, semua yang dirasa perlu untuk mempersiapkan awal dari masa depan kami, mulai dari tanggal dimana saya menghadap ke orang tuanya untuk menyatakan niat saya, tanggal dimana orang tua kami saling bertemu untuk acara lamaran, dan banyak hal lainnya.

14 April 2014, momen yang sangat istimewa bagi kami, awal dari kehidupan baru kami. Kami pun sadar, perjuangan itu belum selesai, bahkan baru dimulai. Sebuah perjalanan panjang yang akan menuntun kami menuju cita-cita kami : Sebuah keluarga kecil bahagia dengan ditemani sang buah hati yang lucu dan sehat yang menjadi warna hidup kami.

Sampai detik ini pun kami selalu bersyukur, karena sejak awal pertemuan kami hingga saya menulis kisah ini, Allah selalu memudahkan segala urusan kami. Perbedaan pendapat mungkin menjadi keseharian kami ketika membahas satu masalah, namun itu tidak sedikit pun menyurutkan rasa cinta kami satu sama lain. Alasannya begitu sederhana.

"Karena dia adalah jodoh yang Allah anugerahkan kepada saya..."

Loading... please wait ..

Leave Comments

 

-Tata & Erwin-